PHK

Hampir 1,5 tahun tidak menulis bahkan mengintip blog ini. Saya menghapus aplikasi WordPress dari HP per akhir Maret tahun lalu. Saat itu emosi saya dalam titik terendah sejak bekerja di sebuah tv lokal di daerah Kebayoran Lama. Akhir Maret 2020 adalah sesi kedua dari masa pemutusan hubungan kerja (PHK) di kantor saya. Rekan sekerja saya

Tanya Nominal Gaji

Jadi, sebulan lalu di Plaza Semanggi, saya ketemu teman seangkatan pas kuliah tapi beda jurusan. Terakhir kali jumpa dia lebih dari tujuh tahun lalu. Seperti perbincangan generik, kami saling bertanya tempat kerja masing-masing. Kami sama-sama sudah pindah kerja dari waktu terakhir kali kami ketemu. Dan, tiba-tiba dengan entengnya dia nanya nominal gaji saya. Dan karena

DIHARGAI

Jumat lalu, saya baru mendapat penilaian dari atasan di kantor. Syukurlah. Untuk tahun kedua secara beruntun, saya dapat nilai A. Si pemberi nilai menjelaskan kenapa saya dapat A. Di satu sisi, dia juga memberitahukan sejumlah kekurangan saya. Saya pun berjanji memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja positif saya. Saya cukup terharu dengan perlakuan ini. Saya merasa

Kisah “Bombyx Mori” yang Bikin Ngeri (RESENSI BUKU “THE SILKWORM”)

Setelah mengungkap kematian model Lula Landry, kini detektif partikelir, Cormoran Strike, harus menghadapi kasus aneh lain. Seorang perempuan paruh baya berna Leonora Quine meminta Cormoran untuk mencari suaminya, Owen Quine, seorang novelis. Setelah beberapa lama mencari, Cormoran menemukan jenazah Owen digantung terbalik di sebuah rumah dengan wajah dan perut berlubang. Kematian Owen mirip dengan adegan

“Far from Home” yang Sangat Menyenangkan

Saya sudah lama berjanji tidak akan menonton film Marvel. “Yas, lu udah tua. Lu gak baca komiknya. Lu cuma ikutan nonton biar keren”. Premis di otak saya begitu. Tapi karena sejak kecil saya suka karakter Spiderman, ditambah humor canggung yang selalu saya nantikan dari dialog para karakter di dalamnya, akhirnya saya putuskan buat sendirian nonton

Menyalakan Mimpi yang Mulai Padam (Resensi Buku “Perantau Anti Galau”)

SUMBER Saya tidak tahu apakah kuliah di Jatinangor selama lima tahun bisa dibilang sebagai merantau. Oh iya, saya lahir dan besar di Jakarta. Selama lima tahun di Jatinangor, Sumedang, saya juga bisa sebulan dua kali pulang ke Jakarta. Sementara, menurut pengalaman saya, merantau itu sepertinya berada di sebuah tempat dalam waktu lebih dari setahun dan

Pohon-pohon yang Sendu

Oh, malam. Kau yang menjadi kawan. Saat temaram kota dan bisik-bisik hantu menjadi nyanyian perjalanan. Kereta cepat kenangan terbang cepat menuju stasiun kelam. Kunang-kunang di tiang. Kunang-kunang enggan pulang. Pohon-pohon saling merindu. Mereka berpelukan, lalu bercengkerama. “Ingatkah saat kau berbincang dengan bayangmu sendiri, malam itu di tanah persinggahan para dewa?” “Meski para begundal mengeluarkan api

Populasi

Saya termasuk orang yang percaya sumber utama masalah di dunia ini adalah populasi penduduk yang tidak terkontrol. Tapi yang saya pikirkan adalah bagaimana cara mengontrol populasi orang bodoh dengan cara tidak melanggar HAM ya? Kalau didiamkan, mereka berkembang biak terus dan makin banyak manusia jenis begini. Fiuuuhh…

Aku Tidak Tahu

Aku tidak tahu apakah aku tahu Aku tidak tahu apakah aku tidak tahu Aku tidak tahu apakah aku sedang mengikuti jalan-Mu yang berhampar onak Aku tidak tahu apakah aku sudah melayani-Mu atau aku sedang menghina-Mu dengan lakuku Aku tidak tahu kapankah tetirah Aku lelah dengan ketidaktahuanku!